Sunday, November 02, 2008
after all these days...

Minggu, 2 November 2008
Wah, bener-bener udah lama ya, aku nggak nulis di sini.
Sejak terakhir balapan di Mekarsari, banyak yang berubah dalam hidupku. Ada anggota keluarga baru... Reyhan Panji Perdana, yang nantinya akan mewarisi semua yang ada di garasiku, hehehe...
Oh iya, ngomong-ngomong soal garasi, ada anggota keluarga baru juga di garasiku, lho. Di samping The Urban Legend yang kesohor itu (sekarang dicat hijau, kalau nggak ngikutin perkembangannya), ada lagi sebuah sepeda tua yang sebenernya aku udah punya. Mt. Everest tahun '91. Warna item. Kembarannya Blacksie!
Kok tau tahun '91? Well, itu nebak aja, sih. Groupset-nya Shimano 100GS, pendahulunya Altus yang dipake Blacksie. Terus waktu dicek tahun produksi groupset-nya, ternyata ya memang tahun '90-'91. Yang payah, meskipun detail frame-nya sama persis (decal, rack mount, derailleur hanger, sama spearpoint di sambungan antara seattube dan toptube), sayangnya... headtube-nya masih pake yang 30.2mm, alias headtube standar (1"). Yaaaaah.
Selain itu, semuanya sama persis Blacksie... geometrinya, panjang seattube, toptube yang nggak begitu sloping, persis dah!
Lha kok aku jadi punya dua begini?
Sejarahnya begini.
Masih inget Mt. Everest-nya Om Hendry?
Sejarahnya, pada suatu hari Om Hendry terlibat kecelakaan di jalan waktu pulang kantor. Om Hendry-nya sih nggak papa, nggak cedera suatu apapun. Cuma yang serem... Mt. Everest yang kita bangkitkan dari kuburnya di Bekasi itu bengkok tubing-nya! Tepat di belakang headtube. Hadhuuuuuh...
Cerita kecelakaannya sendiri nggak begitu jelas, soalnya Om Hendry sendiri nggak tau kronologisnya gimana. Yang dia inget, sesaat sebelum kecelakaan ada orang boncengan berdua naik motor nyalip dia, terus yang nyetir motor nengok ke belakang (kok goblok, ya? Nengok ke belakang sambil nyalip?), terus di depan motor itu ada Kijang, dan tau-tau Om H udah berdiri di pinggir jalan (nggak pake jatuh!) dan orang dua yang naik motor itu terkapar di jalan...
Masih dalam suasana agak berduka, aku nggak sengaja lihat ada sepeda item yang shifter-nya model thumb-thumb shifter (di bawah setang) dijual di bengkel kecil di pinggiran Jalan Raya Kemang. Aku kasih info ke Om Hendry. Nggak pake lama, kita langsung samperin itu sepeda. Nggak disangka... sepeda item itu betul-betul Federal, Mt. Everest, lagi!
Planning awalnya adalah, kalo frame-nya Om Hendry nggak bisa dilurusin lagi, segala parts yang ada di sepedanya dipindah ke Mt. Everest ini. Tapi ya itu, headtube-nya standar... jadi nggak bisa pasang XCR.
Udah gitu, ternyata frame yang melengkung itu bisa dilurusin lagi. Dilurusin di tukang pres sasis motor. Yang lucu, motor yang jadi lawan tabrakannya ternyata juga dilurusin sasisnya di bengkel yang sama! Pertamanya Om Hendry bilang gini, "Mau gua injek-injek itu motor, Ngga..." Tapi terus setelah ngelihat bentuk motornya bagaimana, "Gua nggak tega Ngga... itu motor sasisnya mundur dua senti..." Wah, masih lebih hebat si Mt. Everest yang sekarang dijuluki Si Penjol gara-gara tubing-tubing di belakang headtube-nya menonjol akibat bekas dilurusin itu, dong...
Lha terus itu Mt. Everest Kemang nggak jadi dibeli dong? Lha buktinya udah ada di rumahku, kok. Soalnya aku sama Om H malah jadi gatel pengin ngebangun itu sepeda... dan kayaknya lucu juga nih, punya proyek satu lagi, huehehehehehe.
Jadilah proyek patungan ini dimulai...



Nah. Kan nggak mungkin aku punya dua sepeda yang sama persis speknya. Dan teringat kata-kata Yudi Black beberapa saat yang lalu, "Federal lu ini bukan MTB... ini roadbike, kali." Kupikir, lucu juga kalo Mt. Everest yang satu ini diubah jadi roadbike. Jadinya meskipun pake 700c, dropbar dan segala macem, tapi geometri tetep MTB. Atau jadiin cyclocross aja? Seatstay sama fork-nya kan cukup lebar.
Ya udah, jadi setelah nemu rim 700c high profile ala Velocity Deep-V, ban 700x38c (what a lucky find!) dan brifter Sora R3400 di Rodalink, serta berburu santai di
Sepedaku.com, begini ini hasil sementaranya...



Yang di foto sebelah kanan, itu bukan wheelset yang nantinya bakal dipake. Itu cuma buat mock-up doang. Suer! Wheelset yang dipake itu yang kayak di foto sebelah kiri, Rigida DP2000 yang katanya cukup berat. Ah, nggak papa lah, bukan buat balapan betulan ini...
Oh iya, di foto sebelah kanan, semua v-brake pivot tab udah kupotong, baik yang di frame maupun di fork. rencananya mau kupasangi caliper brake dari BMX aja. Udah ada, nih...
Crank Shimano RSX, seri FC-A410 kudapet dari Om Tagara. Hasil berburu santai, hehehe... Karena crank ini kudapat dengan kombinasi chainring yang aneh (52/46T, udah gitu sama-sama chainring 3, lagi...), akhirnya setelah berkutat dengan barang-barang sisa di gudang, aku jadi punya dua crankset dengan kombinasi chainring baru. yang A410 ini jadi 52/38T dobel, chainring 38T-nya kuambil dari XT M730-nya Blacksie. Lha buat Blacksie, chainring-nya berubah jadi 48/36/24T, chainring 36T sama 24T-nya hasil kanibal dari XT M730 juga tapi yang compact, sisa proyek singlespeed-nya Om Ivan Gunawan...
Oh iya, itu kebetulan FD Shimano 100GS-nya kok cocok sama chainring 52T-nya, jadi kupasang aja lagi. Mudah-mudahan kompatibel sama brifter Sora-nya...
Lha Si Penjol, gimana nasib terakhirnya?



Ini dia Si Penjol. Setelah rim Araya RM17 klasiknya pecah berantakan dihajar motor, rims depan belakang ditukar Alexrims EN24 v-brake. Rack belakang dilepas. Dan kelihatan kan, head angle-nya jadi rada tegak?
Malah cocok sama fork 120mm-nya, hehehe.
Dan sepeda ini bolehlah dinamai Federal Mt. Everest All Mountain, karena meskipun dipasangi fork 120mm, head angle-nya nggak jadi terlalu slack. Geometri AM/trailbike banget. Hehehe...

Oh iya. Mau lihat gimana sih foto terakhirnya Reyhan?
Ini dia...



Lucu ya? Kayak bapaknya, hehehe.
Pasti ada yang tanya. Kenapa aku ngeja namanya REY-han, dan bukan RAI-han? Kan dari bahasa Arab yang artinya "wewangian", kan?
Jawabannya, soalnya nama itu adalah hasil wordplay dari
nama orang ini... Hehehe.
Nggak juga, sih. Wordplay itu muncul belakangan. Soalnya dari awal aku memang pengin ngasih nama Raihan ke anakku... itu nama yang kuambil dari nama sahabat baikku yang sudah meninggal dunia waktu aku masih kelas 2 SMA.
Semoga aku dan Reyhan bisa jadi sahabat baik kelak...

Posted at 09:21 am by rangga_phreak

ansharullah_mks@yahoo.co.id
January 30, 2010   11:27 AM PST
 
Salam kenal dulu. Aky Anshar di Makassar. Everestnya mantap banget. Perlu gita lestarikan sepeda Federal buatan anak negeri yang pernah jaya. Mas Rangga, saya punya sepeda Federal White Cat seri 2000 cycle beli tahun 1994. Saya sedang restorasi. Saya coba gunakan fork ZOOM ex sepeda Polygon B2W tidak bisa masuk dihead tube. Jd saya lagi pesan fork RST CAPPA travel 80 yang steer tube punya drak ulir di LAPAK KEA-KEA. Katanya ukuran steer tubenya agak kecil. Apa RST CAPPA yang drak ulir itu cocok untuk Federal White Cat dan apakah Head Set standartnya harus saya ganti ? Tolong bantuannya Mas Rangga. Salam Makassar
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry

Blogdrive